Penulis
sekitar 3 tahun yang lalu entah apa yang aku pikirkan, tapi benar-benar susah.
hidup tampa orang tua
jalan pikiran buntu
dihari menjelang kelulusan ku
hari bersejarah bagi siswa kelas 3 SMK degan segudang cita dan impian
banyak yang sudah direncankan
seperti universitas mana yang akan menjadi tempat melanjutkan study ku bersama teman lama
kita merencanakan kuliah ditempat yang sama
tinggal dikos yang sama
tapi jurusan berbeda
ahh... senangnyaa
tapi semua sia-sia, satu minggu setelah selese ujian nasional
laki-laki kebanggaan keluargaku
superhero bagi anak-anaknya
panutan bagi kami
cinta pertamaku
iya...
dia Ayahku!
Ayahku pergi meninggalkan 2 anak dan 1 istri untuk selama-lamanya
dia pergi tepat saat aku selesai membuatkan baju untuk acara wisuda purnawiyataku
iya dia pergi untuk selamanya.
putus asa
kecewa
sedih
marah
benci
aku menyalahkan Tuhan,
kenapa?
kenapa disaat hari bahagia dia mengambil sumber kebahgiaan kami?
pupus semua harapan dan cita-citaku
aku kembali menjadi anak 5 tahun yang tidak tahu tujuan hidupku
akhirnya rencana yang sudah ku susun indah berakhir semua.
hidupku hancur, yang aku lakukan hanya merenung dan menyalahkan diri sendiri
1 tahun berlalu
Ibu... iya dia, memberi motivasi dan semagat sampai sekarang aku melanjutkan study ku dan kembali menata hidup
pikiranku mulai tertata satu persatu mulai kutulis impianku yang sempat hilang
aku memulai dari awal mulai kuliah, mengikuti organisasi dikampus,
dan yang paling membuatku semangat adalah aku akan mulai menulis lagi.
kita harus memiliki impian, apalah artinya hidup jika tak memiliki tujuan masa depan,
jadikan masa lalu sebagai pembelajaran berharga untuk menghadapi masa depan.
jangan siakan masa remajamu hanya untuk berdiam
"jadian remaja yang produktif tidak hanya konsumtif"
kita harus memiliki impian, apalah artinya hidup jika tak memiliki tujuan masa depan,
jadikan masa lalu sebagai pembelajaran berharga untuk menghadapi masa depan.
jangan siakan masa remajamu hanya untuk berdiam
"jadian remaja yang produktif tidak hanya konsumtif"